Bunga Matahari & Pohon

“..janganlah kau menjadi bunga matahari yang selalu mengikuti kemana arah sinar matahari itu pergi, tetapi jadilah sebuah pohon yang dapat berdiri tegak dan kokoh walau tak mengikuti kemana sinar matahari pergi. Pohon tersebut tetap membutuhkan matahari untuk tumbuh dan berdiri hingga menjulang, tetapi tidak seperti bunga matahari.”

“…ibaratkan bunga matahari itu kita. Kita ingin menggapai mimpi atau cita-cita. Dan jadikanlah matahari sebagai orang yang sudah sukses atau menjadi inspirasi(panutan) untuk kita. Jika kita menjadi bunga matahari maka selama menggapai cita-cita kita akan selalu mengikuti kemana orang yang menjadi panutan kita pergi, bahkan cara atau sikapnya. Tetapi ingatlah kita dan dia berbeda, walaupun tujuan kamu dan dia sama. Orang tersebut boleh menjadi panutan tetapi tidak semua sikap, sifat atau cara dalam menggapai mimipinya diikuti. Ambilah hal-hal positifnya saja. Kita adalah kita. Situasi dan kondisi yang dihadapi untuk menggapai cita pun jelas berbeda. Maka jalan atau cara yang ditempuh untuk menggapai mimpimu pun berbeda. Jika kamu tetap  menjadi bunga matahari maka hidupmu seperti anjing peliharaan yang selalu mengikuti kemana tuannya pergi. Lebih baik, jadilah sebuah pohon. Ibaratkan pohon itu adalah kita. Pohon yang tumbuh menjulang tinggi keatas tidak hanya membutuhkan sinar matahari, pohon tersebut juga membutuhkan air, Co2 dan pupuk. Dalam menggapai cita-cita kita tidak hanya membuthkan seseorang yang menjadi inspirasi atau panutan dalam menggapai cita kita nanti. mimpi tersebut dapat terwujud juga dengan usaha, kerja keras, keuletan, kesabaran dan sekaligus do’a. Setiap pohon berbeda pula cara perawatannya hingga tumbuh kokoh keatas. Begitu pula dengan cita-cita kita, setiap cita-cita memiliki jalan atau cara yang berbeda untuk mencapainya. Sinar matahari memang sangat membantu dalam membuat pohon tumbuh tinggi keatas. Begitu pun dengan cita-cita ,Sinar matahari menjadi panutan atau inspirasi tetapi untuk mencapai cita-cita memrlukan jalan, cara, dan pengambilan keputusan yang berbeda-beda.”

“…janganlah goyah terhadap pendirian akan cita-cita kita yang sudah dibangun dari dulu hanya karena omongan, ejekan atau hinaan orang belaka. Anggaplah hal tersebut seperti angin kenacng yang berhumbus menerjang sebuah pohon yang tinggi ibarat kata sebuah pepatah. Pohon tersebut hanya menyiur melambai ketika diterjang angin tetapi tidak sampai jatuh atau patah ke bawah. Pohon tersebut tetap berdiri. Hiraukan kata-kata yang menjatuhkan atau membuat rasa keberanian kita menurun. Kau yang bercita-cita, kau yang punya mimpi, dank au sendirilah yang mampu mewujudkan apa yang kau cita-cita kan atau tidak. Hal-hal buruk tadi pun sudah biasa adanya. Selagi ada kesempatan dan jalan pintu menuju kesuksesan masih terbuka. Yang penting tanamkan didiri kita percaya, yakin dan optimis bahwa kita dapat mewujudkannya. Tidak ada usaha yang sia-sia. Kerjakan! Sabar! Ulet! Sungguh-sungguh! Berdo’a!. Semuanya membutuhkan proses, apa yang kita cita-citakan tidak bisa datang dan terwujud begitu saja. Itu membutuhkan waktu, waktu yang tidak sebentar. Mulailah dari yang kecil atau bahkan dari nol. Peluh keringat, air mata, tenaga dan pikiran yang terkuras diiringi harapan dan do’a, semoga semua terbayar. Semoga disuatu hari nanti,……kita dapat tersenyum, menangis bahagia, dan penuh rasa bangga bahwa apa yang kita lakukan tidaklah sia-sia. Apa yang kita lakukan membuahkan hasil. Apa yang kita lakukan berbuah manis dan kita dapat memtik dan merasakan hasilnya. Semoga disuatu hari nanti aku ataupun kau dapat merakan dan batinku dapat berkata, INI YANG AKU CITA-CITAKAN, INI YANG AKU HARAPKAN, AKU DAPAT BERDIRI HINGGA KINI MENJADI ORANG YANG DAPAT DIBANGGAKAN, BAGIKU MAUPUN KELUARGAKU. APA YANG KULAKUKAN DAN KURASAKAN TERBAYAR SUDAH DAN KINI AKU MENJADI ORANG YANG BERHASIL ATAU SUKSES!!”

By Fah